Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menerangkan
bahwa manusia sebagai anak keturunan
dari Adam dan Hawa sama-sama
diciptakan oleh Allah swt. dari tanah dan
akan kembali ke tanah. Yang menjadi
faktor pembeda utama antara manusia
satu dengan manusia lainnya hanyalah
pada perkara agama, yaitu ketaatannya
kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sementara menurut Al-Maraghi, ayat ini
dapat dipahami dengan kalimat, Hai
manusia, sesungguhnya Kami telah
menciptakan kalian dari Adam dan Hawa.
Maka kenapakah kamu saling mengolok-
olok sesama kamu, sebagian kamu
mengejek sebagian yang lain padahal
kalian bersaudara dalam nasab dan
sangat mengherankan bila saling mencela
sesama saudaramu atau saling mengejek
atau memanggil dengan gelar-gelar yang
jelek.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa: kata
ta’arafu dalam ayat ini terambil dari kata
‘arafa yang berarti mengenal. Semakin
kuat pengenalan satu pihak dengan pihak
lainnya, maka semakin terbuka peluang
untuk saling memberi manfaat. Karena
ayat di atas menekankan untuk saling
mengenal.
Terjemahnya:

Hai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.
(Q.S. Al-Hujurat/49: 13).
Q.S Al-Hujurat/49:13
Q.S Al-Hujurat/49:13

DALIL TASAMUH

Q.S Al-Kafirun/109:6
Q.S Al-Kafirun/109:6
Terjemahnya:

Untukmu agamamu dan untukku agamaku
(Q.S. Al-Kafirun/109: 6)
Copyrigh © 2017 Subair STAIN Parepare
Kembali ke Materi
Kolom Peserta Didik
klik tombol